SPcom LAMPUNG – Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Wasim tewas diterkam buaya saat mandi di Sungai Semaka, Senin (30/6/2025) sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika Wasim, warga Desa Sri Purnomo, Kecamatan Semaka, Lampung, pulang dari sawah dan beristirahat sejenak di rumah.
Setelah itu, ia pergi ke kebun di belakang rumah untuk membersihkan rumput. Diduga kelelahan, korban kemudian mandi di sungai yang berada tak jauh dari lokasi.
Saat asyik mandi, seekor buaya berukuran besar tiba-tiba muncul dan langsung menerkam tubuhnya.
Aksi buaya tersebut sempat disaksikan oleh warga sekitar yang curiga setelah melihat pakaian korban tertinggal dan gerakan mencurigakan dari buaya di permukaan air. Warga memanggil Wasim, tetapi tak mendapat respons.
Menyadari korban diseret buaya, warga segera meminta bantuan dan mengejar buaya tersebut menggunakan kayu, batu, serta senjata tajam. Buaya itu terlihat menyeret tubuh Wasim sejauh sekitar 200 meter ke tengah sungai.
Dalam video amatir yang beredar, buaya sepanjang sekitar 6 meter tampak membawa tubuh korban, yang sesekali muncul dan tenggelam di aliran sungai. Warga terus berusaha menggertak hewan buas itu hingga akhirnya buaya melepaskan tubuh Wasim, yang sudah dalam kondisi tak bernyawa.
Jenazah korban kemudian dievakuasi warga dan dibawa ke rumah duka yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Setelah itu, jenazah dibawa ke Puskesmas Semaka untuk dilakukan visum.
Menurut Suwardi (46), warga setempat, korban sempat diseret buaya layaknya mainan, naik-turun di air sungai sebelum akhirnya dilepaskan.
“Buaya itu membawa korban seperti mainan, naik turun di air. Saat warga berhasil mendekat dan menyerbu, buaya itu akhirnya melepas korban,” ujarnya.
Suwardi menambahkan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka terbuka di bagian pinggang saat berhasil dievakuasi.
Kapolsek Semaka AKP Sutarto membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak keluarga korban telah menerima musibah ini dengan ikhlas.
“Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah telah dimakamkan di TPU Pekon Sri Purnomo,” kata Sutarto.
Hasil visum dari dokter Agung Kurniawan menunjukkan, tubuh korban mengalami luka serius di bagian bokong, punggung bawah, dan bahu belakang. Luka-luka tersebut berupa luka terbuka tidak beraturan serta sejumlah luka gores akibat gigitan buaya.
Sebelumnya, pihak kepolisian telah mengimbau warga Desa Sri Purnomo dan sekitarnya untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, karena wilayah tersebut merupakan habitat alami buaya liar. (SP)
