suryapagi.com
NEWSREGIONAL

Viral! Ojek Pangkalan Paksa Pasutri dan Bayi Turun dari Taksi Online, Polisi Bertindak

SPcom TANGERANG – Sebuah video menunjukkan seorang ibu yang membawa bayi dipaksa turun dari taksi online saat hujan turun oleh ojek pangkalan (opang), viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi di Stasiun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (25/7).

Dari video yang beredar, terlihat tiga pengemudi opang menurunkan paksa penumpang taksi online, yaitu suami istri yang membawa anak mereka yang masih bayi. Bahkan, oknum opang ini disebut sempat mengancam akan merusak taksi online tersebut dengan batu, Beauties.

Alasan oknum opang memaksa penumpang turun dari taksi online karena melanggar wilayah zona penjemputan penumpang. Akhirnya, pengemudi taksi online terpaksa menurunkan penumpang di lokasi.

Berikut ini kronologi ojek pangkalan paksa ibu yang membawa bayi turun dari taksi online saat turun hujan, dirangkum dari detikNews.

Peristiwa yang kini viral di media sosial ini terjadi sekitar pukul 14:00 pada Jumat (25/7). Sepasang suami istri, membawa anaknya yang masih bayi berusia tujuh bulan, turun di Stasiun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Begitu sampai di stasiun, hujan deras turun.

Merasa tidak memungkinkan naik opang karena hujan, pasangan suami istri ini pun lalu memesan taksi online. Tak lama kemudian, taksi online datang menjemput dengan titik penjemputan di depan stasiun.

Namun, begitu pasangan suami istri bersama bayi ini sudah berada di dalam mobil, tiba-tiba beberapa opang menegur pengemudi taksi online agar tidak mengambil penumpang di depan Stasiun Tigaraksa. Oknum opang menganggap pengemudi taksi online melanggar wilayah zona penjemputan penumpang

Menurut penuturan Kapolsek Cisoka Iptu Anggio Pratama, sang istri yang mendengar opang menegur sopir taksi online akhirnya ikut berbicara hingga terjadi cekcok. Bahkan, oknum opang sempat mengancam akan merusak kendaraan taksi online tersebut memakai batu.

Oknum opang lalu meminta penumpang suami istri dan bayinya itu untuk turun dari taksi online dan diminta agar naik ojek pangkalan. Akhirnya, suami istri itu turun dari taksi online dengan membawa bayinya di tengah hujan.

Mereka memilih berjalan kaki, sementara taksi online meninggalkan Stasiun Tigaraksa. Menurut pengakuan sang istri, bayinya basah kuyup akibat peristiwa tersebut.

Insiden ini menjadi viral di media sosial. Tak sedikit netizen yang mengecam aksi opang karena dianggap tidak berempati dengan situasi yang tengah terjadi saat itu.

“Coba atuh empatinya dipake, kasian itu ibu bawa bayi, lagi hujan pula, coba kalo keluarga mereka yg di posisi itu, apa terima?” tulis akun @mis***.

“Harus kudu ditangkep ya opangnya, ini bukan lg soal pekerjaan, tp nurani..kasian bayi ujan2an..lagian rejeki ud diatur pak,” tulis akun @oye***.

“Tolong viralkan, saya sebagai warga yg tinggal dekat Stasiun Tigaraksa membenarkan bahwa opang disana sangat primitif, semoga diproses oleh kepolisian biar kapok opang2 disana,” tulis akun @den***.

Polresta Tangerang mengamankan tiga orang opang yang menurunkan paksa penumpang taksi online di Stasiun Tigaraksa. Ketiganya yakni A, N dan J yang diduga sebagai pelaku penghadangan taksi online.

“Ya, kami saat ini sudah mengamankan tiga orang terduga pelaku aksi penghadangan taksi online yang telah viral beberapa waktu lalu,” kata Kapolsek Cisoka Iptu Anggio Pratama di Tangerang, dilansir detikNews dari Antara, Minggu (27/7).

Anggio mengatakan upaya mengamankan ketiga opang itu sebagai langkah penyelidikan dan penyidikan atas insiden yang terjadi kepada pengemudi taksi online dan penumpangnya yang merupakan pasangan suami-istri dan bayinya.

“Terduga pelaku yang terlibat dalam video viral, sudah diamankan sebagai proses penyelidikan,” ucapnya.

Dia menyebut bahwa langkah pengamanan ini dilakukan tim penyidik sebagai upaya pencarian fakta terjadinya pelanggaran tidak pidana dalam insiden perselisihan antara opang dan taksi online di Stasiun Tigaraksa.

“Untuk saksi kita nanti akan juga dilakukan upayakan pemeriksaan,” ujar Anggio.

Selain itu, Polresta Tangerang juga telah menggelar klarifikasi dan mediasi kedua belah pihak, yaitu opang dan pengemudi taksi online, terkait insiden yang terjadi.

Berdasarkan upaya itu, polisi menemukan titik terang bahwa permasalahan itu dipicu atas perselisihan dan miskomunikasi terkait zona penarikan penumpang. (SP)

Related posts

Diburu Polisi Promosi Judol, Youtuber Katak Bhizer Ada di Luar Negeri

Rasid

Prabowo Dukung Rencana KAI Operasikan Kereta Rangkasbitung-Merak Bulan Ini

redaksi

Balita Tewas Tenggelam di Kolam Tambak Udang

Ester Minar

Leave a Comment