SPcom ACEH – Seorang siswa di Kabupaten Bireun, Aceh, menulis surat berisi keluhan terkait kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka. Dalam surat tersebut, makanan yang disajikan disebut sudah berbau tidak sedap. Hal ini pun viral di media sosial.
“Pak Buk maaf lancang nasinya bau sama udang,” tulis siswa dalam secarik kertas yang viral di media sosial.
Selain mengeluhkan kondisi makanan, siswa itu juga memberikan dorongan kepada pengelola MBG dan menyampaikan permintaan menu yang diinginkan.
“Semangat Pak Buk. mau riquest nasi kuning+ayam+Cimory. Makasih Buk ya Pak udah kirimin nasi ke Azkiya,” tulisnya.
Tidak hanya berbau, beberapa lauk udang dan buah salak dalam menu MBG juga ditemukan mengandung belatung.
Pihak Kejaksaan Negeri Bireun yang melakukan pengecekan menyimpulkan bahwa makanan tersebut tidak layak konsumsi.
“Anak-anak SD menemukan belatung yang keluar dari dalam udang dan ada juga beberapa menemukan salak yang busuk,” kata kepala sekolah SMP IT Azkiya, Ratna Chairani.
Sebelumnya, tercatat sebanyak 5.626 kasus keracunan akibat MBG di puluhan kota dan kabupaten di 17 provinsi.
Terkait dengan kasus keracunan yang marak terjadi, muncul dua opsi: menghentikan sementara program MBG dengan evaluasi menyeluruh, atau menghentikan sepenuhnya sambil mengalihkan anggarannya untuk pendidikan.
Opsi ini diajukan oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat dan warga yang khawatir terhadap kesehatan anak-anak mereka.
Kasus keracunan MBG sebelumnya juga cukup masif. Pada akhir Juni, tercatat 1.376 anak keracunan. Dalam tiga bulan, jumlah korban melonjak hingga empat kali lipat, termasuk siswa dan guru.
Bahkan pekan lalu, dua peristiwa keracunan terjadi di lokasi berbeda. Pada Rabu (17/09), lebih dari 300 anak keracunan MBG di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, dan sehari setelahnya, 569 anak mengalami keracunan serupa di Garut, Jawa Barat. (SP)
