Viral Video Uang Korupsi Gibran Rakabuming, KPK Buka Suara

0 8

SPcom JAKARTA – Sebuah video bernarasi KPK menyetorkan uang hasil korupsi Wali Kota Surakarta (Solo), Gibran Rakabuming Raka atas kasus dugaan penyertaan modal viral di media sosial.

“Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa informasi yang beredar di masyarakat terkait penangkapan pelaku korupsi pada penyertaan modal yang menyebut keterlibatan salah satu kepala daerah adalah tidak benar atau hoax,” ujar Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, Selasa (24/1/2023).

Video berdurasi 3 menit 10 detik itu diunggah di kanal YouTube Agenda Politik dengan judul ‘Inilah Tumpukan Uang 16,2 Miliar.Hasil Korupsi Gibran-Breaking News-Agenda Politik’.

Dalam video itu, ada sejumlah potongan video dari Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri hingga Ketua KPK Firli Bahuri saat bicara tentang kasus korupsi bansos yang menjerat mantan Mensos Juliari Batubara.

Ada juga narasi di dalam video yang menyebut KPK menyetorkan uang hasil korupsi bansos yang dilakukan Gibran.

Ali menjelaskan video tersebut diambil dengan mengutip sebagian pernyataan Firli dan dirinya. Dia mengatakan potongan video tersebut kemudian dirangkai sehingga membentuk narasi yang tidak benar.

“Kemudian dirangkai dengan informasi lain sehingga membentuk narasi yang tidak benar. Konten ini juga disebarluaskan melalui aplikasi pesan dan diberitakan oleh beberapa portal berita online,” katanya.

Ali menyayangkan tindakan tersebut. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara positif.

“Media digital bisa mengambil peran untuk menyebarkan nilai-nilai antikorupsi kepada khalayak luas, bukan justru untuk memproduksi dan menyebarkan narasi-narasi hoax yang kontraproduktif,” ujarnya.

Ali meminta semua pihak menghentikan aksi menyebarkan hoax. Dia menyebut informasi palsu dapat menimbulkan provokasi di masyarakat.

“KPK tegas meminta kepada pihak-pihak tersebut untuk menghentikan aksinya menyebarkan informasi palsu. Terlebih menyalahgunakan pernyataan KPK yang dikutip secara parsial untuk menggiring opini publik yang keliru,” kata Ali.

“Informasi seperti ini justru dapat menimbulkan provokasi di tengah-tengah masyarakat yang sedang gigih bersatu-padu memberantas korupsi di negeri ini,” sambungnya.

Ali juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap hoax. Dia mengatakan masyarakat bisa mengecek kebenaran suatu berita lewat saluran informasi resmi KPK.

“KPK mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan menyaring setiap Informasi yang diterima, khususnya terkait pelaksanaan tugas pemberantasan korupsi oleh KPK. Masyarakat bisa mengkonfirmasinya langsung ke KPK melalui call center 198,” tuturnya. (SP)

Leave A Reply

Your email address will not be published.