SPcom JAKARTA – Anggota MPR RI, Firman Soebagyo, menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah terkait maraknya kasus beras oplosan. Ia menilai, kasus ini merupakan bentuk kelalaian pemerintah dalam memastikan keamanan pangan, yang dijamin oleh konstitusi dan Undang-Undang Pangan.
“Negara wajib hadir melindungi konsumen dan pelaku usaha yang jujur,” tegas Firman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/7).
Ia mempertanyakan mengapa praktik pengoplosan dapat berlangsung lama tanpa terdeteksi. Firman juga meminta Komisi IV dan Komisi VI DPR untuk mengawal kasus ini, serta memastikan distribusi pangan pemerintah tidak tercemar.
Firman mendukung gagasan Presiden Prabowo untuk mentransformasi Bulog agar kembali menjadi penjaga pangan nasional. Dengan demikian, Bulog bisa memiliki otoritas penuh dan pengendalian pangan menjadi lebih terintegrasi.
Firman berharap, Satgas Pangan dapat bekerja secara proaktif dan tidak reaktif. Satgas harus memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai risiko hukum dari pelanggaran regulasi.
