suryapagi.com
NEWSREGIONAL

Heboh! Hanya Karena Tak Disalam, Pimpinan Pondok Pesantren Tampar Santri

SPcom SULSEL – Seorang pimpinan Pondok Pesantren Putra Datok Sulaiman di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), berinisial Prof S, dilaporkan menampar dua santri karena tidak menyalaminya setelah pengajian subuh di masjid pesantren.

Kedua korban yang mendapat tindak kekerasan tersebut diketahui telah melaporkan kasus ini ke Polres Palopo.

“Laporan itu sendiri ada 2 LP (laporan polisi), jadi pertama itu kejadian pada hari Jumat, kedua itu pada hari Sabtu,” ujar Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Sahrir saat dikonfirmasi awak media, Senin (15/9).

Kronologi Penamparan Santri
Peristiwa kekerasan ini menimpa dua korban, yang mana korban pertama berinisial MK (14), seorang qori dari pondok pesantren lain, melaporkan peristiwa penamparan yang terjadi pada Jumat (12/9).

Sementara korban kedua berinisial D (16), merupakan santri dari Pesantren Putra Datok Sulaiman sendiri, yang melaporkan kejadian pada Sabtu (13/9). Keduanya mengaku menjadi korban kekerasan karena tidak menyalami pimpinan pesantren seusai kegiatan di masjid.

Dalam video yang beredar di sosial media, penamparan yang dialami D dilakukan usai kegiatan di sebuah ruangan. Saat itu, beberapa santri terlihat menyalami pelaku sebelum keluar, namun D yang hendak langsung keluar dipanggil pelaku.

Ketika D ingin menyalami pelaku, korban justru ditampar beberapa kali bahkan hingga pecinya terlepas.

Hal ini sesuai dengan keterangan kepolisian. Iptu Sahrir menjelaskan bahwa insiden terjadi setelah kegiatan pengajian subuh di masjid dalam kompleks Pesantren Putra Datok Sulaiman.

“Setelah selesai pengajian subuh itu para santri seperti biasa setelah pengajian mengadakan salim kepada direktur pondok pesantren inisial S, salim cium tangan,” jelasnya.

Namun, korban D disebutkan tidak melakukan salim dan langsung hendak keluar dari masjid, pelaku kemudian memanggil D kembali dan menamparnya.

“Korban D kemungkinan lupa, dia langsung mau lari keluar dan ditegur oleh terlapor, (korban) dipanggil kembali, saat korban mau melaksanakan salim dilakukanlah kekerasan itu ditampar oleh terlapor pada bagian wajahnya,” tambah Iptu Sahrir.

Saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi, dan menunggu hasil visum dari kepala korban. Sementara itu, pelaku hingga kini belum diperiksa.

“Kalau untuk terlapor sendiri belum dilakukan pemeriksaan, kami masih melakukan pengumpulan-pengumpulan alat bukti, keterangan saksi yang lain dan melihat hasil visum kepala korban,” tambah Iptu Sahrir. (SP)

Related posts

Kejagung Sita  7,7 Kg Emas Batangan Dari Tsk Korupsi PT Antam

Rasid

Retas Akun Google Business, Pria Ditangkap Polda Metro

Ester Minar

Ki Manteb “Pancen Oye” Tutup Usia

Ester Minar

Leave a Comment