SPcom JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyuarakan keprihatinan mendalam atas terus berulangnya kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah. Untuk menyukseskan tujuan mulia program tersebut, HNW mendukung usulan evaluasi menyeluruh yang harus segera dilakukan oleh pemerintah.
HNW, yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI (bermitra dengan Kementerian PPPA), menegaskan bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas utama negara, sesuai amanat UUD NRI 1945 Pasal 28B Ayat 2 dan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
“Anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh kembang, serta perlindungan dari segala bentuk ancaman yang membahayakan. Semestinya program positif seperti MBG itu bisa memberi manfaat nyata, bukan malah menjadi ancaman keracunan,” tegas HNW.
Desakan untuk perbaikan dan evaluasi menyeluruh terhadap MBG ini disampaikan HNW setelah menerima banyak masukan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, orang tua siswa yang khawatir, Lembaga Swadaya Masyarakat seperti ICW, hingga Pimpinan DPR.
Menurut HNW, evaluasi ini sangat penting untuk memastikan program MBG kembali ke jalur yang benar sesuai visi awalnya, yaitu melindungi dan mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini hanya bisa tercapai jika anak-anak selamat dari keracunan dan tumbuh sehat.
Ia juga mengapresiasi pernyataan terbuka dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah meminta maaf atas insiden keracunan dan menyatakan bertanggung jawab, serta menutup puluhan Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) yang bermasalah.
“Begitulah seharusnya sejak awal sikap dari pejabat di BGN, bukan malah mengecilkan korban dan mencari dalih yang tidak menjadi solusi,” tutupnya, seraya berharap evaluasi tersebut dapat menghasilkan perbaikan sistemik dan komprehensif.
