suryapagi.com
HEADLINEMETRONASIONALNEWS

Nusron Wahid Akhirnya Hadiri Pemeriksaan KPK Terkait Kasus Suap HGB

SPcom JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (4/11/2026). Ia diperiksa dalam penyidikan kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan kehadiran Nusron di Gedung Merah Putih KPK. Menurut Budi, kedatangan tersebut atas inisiatif yang bersangkutan, bukan berdasarkan jadwal pemeriksaan hari ini.

“Benar, hari ini Rabu (4/11), Saudara NW hadir memenuhi panggilan sebelumnya. Jadi sebenarnya memang tidak ada penjadwalan pemeriksaan untuk hari ini,” kata Budi.

Budi menyampaikan, Nusron tiba di Gedung KPK sekitar pukul 09.22 WIB. Hingga berita ini ditulis, Menteri ATR/BPN tersebut masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik,” ucapnya.

Sebelumnya, penyidik KPK telah dua kali memanggil Nusron, tetapi ia belum dapat hadir. Panggilan pertama dijadwalkan pada Rabu (7/10/2026). Saat itu, Nusron berhalangan karena memiliki agenda internal di Kementerian ATR/BPN.

KPK kemudian menjadwalkan ulang pemeriksaan pada Kamis (15/10/2026). Nusron kembali absen karena sedang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Nama Nusron dikaitkan dengan kasus dugaan suap pengurusan sertifikat HGB untuk wilayah PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Perkara ini terungkap setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek pada 14 September 2026.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 19 orang. Penyidik kemudian menetapkan delapan orang sebagai tersangka, di antaranya:

  • Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN, Lampri;
  • Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Sontang Coin Manurung;
  • Direktur Utama Summarecon Agung, Adrianto Pitojo Adi.

Lima tersangka lainnya berasal dari kalangan swasta, yakni Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz, Erwin, Muhammad Fakhry, dan Rizal Pahlevi. Arif, Fahd, Erwin, dan Fakhry diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid.

Related posts

Tabung Gas Meledak di Warteg, Terdapat 5 Korban

Ester Minar

Pelajar Diperkosa 9 Pemuda, Keluarga Demo dan Tutup Jalan

Ester Minar

Geger! Tempat Produksi Oli Palsu Digerebek, Puluhan Botol Oli Disita

Ester Minar

Leave a Comment