Jumlah Bertambah, 40 Orang Guru dan Staf MAN 22 Positif Covid 19

0 29

Jakarta – Informasi terbaru diketahui jumlah guru dan karyawan MAN 22 Jakarta yang terpapar Covid-19 mencapai 40 orang.

Kepala Sekolah MAN 22, Usman Ali mengatar akan hal tersebut diketahui dari hasil swab test yang baru keluar pada Minggu 6 Desember 2020 kemarin.

“Yang sudah swab total keseluruhan ada 53 orang. Hasilnya 40 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 13 orang negatif,” ujar Usman dikonfirmasi, Senin 7 Desember 2020.

Usman mengatakan, ke-40 orang tersebut terdiri dari 30 guru dan 10 orang tenaga staf serta karyawan, 40 orang tersebut kini menjalani isolasi mandiri di lokasi yang berbeda, 15 orang diantaranya di isolasi di Wisma Atlet Kemayoran.

“Di Wisma Atlet 15 orang, isolasi mandiri: 24 orang dan ada 1 yang di rumah sakit,” ujar Usman.

Usman menjelaskan, mereka menjalani swab test dari klaster MAN 22 Jakarta ini bukan hanya guru dan karyawan yang ikut wisata ke Yogyakarta saja, Melainkan mereka yang tercatat pernah kontak dengan guru yang terpapar Covid-19.

Diberitakan sebelumnya, adanya klaster Covid-19 di MAN 22 Jakarta berawal dari kegiatan para guru dan karyawan yang berwisata ke Yogyakarta dalam rangka perpisahan kepala sekolah.

Sekolah Ditutup dan Tunda Pembagian Rapor, dampak puluhan gurunya terpapar Covid-19,  penutupan MAN 22 Jakarta diperpanjang, selama ditutup, MAN 22 Jakarta akan terus dilakukan penyemprotan dan disinfeksi.

Usman sendiri belum bisa memastikan sampai kapan penutupan sekolah dilakukan.

Adapun penutupan dilakukan sejak Senin 30 November lalu, atau setelah diketahui adanya 30 guru terpapar Covid-19 seusai berwisata ke Yogyakarta.

Usman menjelakskan, diperpanjangnya sterilisasi lantaran pihak sekolah mengikuti jumlah tracing yang semakin diperluas.

Selain itu, pihak MAN 22 Jakarta juga terpaksa menunda pembagian rapor siswanya.

Pembagian rapor semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 yang harusnya dilakukan bulan Desember 2020 akan bergeser ke Januari 2021.

“Yang terdekat ini pembagian rapor sudah saya intruksikan melalui zoom metting dengan guru-guru sepakat diundur pembagiannya di bulan Januari,” ujarnya. (Sp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.