Akhirrnya, Gisel Sampaikan Permohonan Maaf

0 244

Jelang pemanggilannya sebagai tersangka  oleh penyidik Polda Metro Jaya, Jumat besok, Gisella Anastasia, akhirnya buka suara tentang video asusilanya yang mengebohkan. Secara khusus, Gisel membuat permintaan maaf karena beredarnya video 19 detik. Ia terlihat santai, sehingga membacakan pernyataannya dengan lancar.

Terhadap kasus hukumnya, termasuk pemanggilannya, hari Jumat pagi, Gisel berjanji untuk kooperatif.  “Saya sebagai Warga Negara Indonesia yang baik akan terus bersikap kooperatif dan mengikuti poroses hukum yang dijalani. Izinkan malam ini dengan segala hormat, saya  mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indoensia,” ujar Gisel.

Permintaan maaf Gisel diucapkan secara lengkap, untuk orang-orang di dekatnya. Termasuk kepada Gading Marten dan Wijin. Gisel juga berharap, agar kasus ini tidak akan menganggu psikologi Gempi, buah hati tercintanya, di masa depan.

Dengan meminta maaf, Gisel pun berusaha meyakinkan bahwa video itu berasal dari masa lalunya, bukan dari kehidupannya saat ini. “Saya berharap melalui pernyataan saya ini saya bisa dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya dari semua pihak. Terutama sekali lagi yang saya kasihi kedua orangtua saya seluruh keluarga besar, anak saya, Mas Gading dan seluruh keluarga besarnya serta Wijin dan keluarga. Dengan adanya krisis ini saya berharap tidak berdampak negatif terhadap psikologi anak saya di masa datang,” tegasnya.

Sama seperti Gisel, Nobu, akhirnya juga ditetapkan sebagai tersangka. Nobu pun meminta doa dan dukungan terkait persoalan hukum yang kini dihadapinya. “Saya mohon untuk semua teman-teman, mohon dukungan doa dan benar-benar saya minta maaf untuk semuanya,” kata Nobu di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/1).

Nobu menyebut persoalan hukum yang dihadapinya saat ini adalah bentuk hukuman dari tuhan. “Saya benar-benar menyesal atas semua yang sudah saya lakukan, mungkin ini adalah hukuman dari tuhan kepada saya,” tutur Nobu. (Car)

Leave A Reply

Your email address will not be published.