Siksa Tersangka Hingga Tewas, 6 Anggota Polresta Balikpapan Jalani Pemeriksaan

0 105

SPcom JAKARTA – Enam anggota Polresta Balikpapan yang menyiksa tersangka bernama Herman hingga tewas telah ditahan dan menjalani pemeriksaan.

“Kami melakukan penyidikan baik dari sisi kode etik maupun pidana, saat ini sedang berproses penyidikannya,” kata Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim), Irjen Herry Rudolf Nahak di Kantor Komnas HAM RI, Jakarta Pusat, Rabu (10/3/2021).

Menurut Herry, saat ini mereka telah dicopot dari jabatannya dan ditahan di Polda Kalimantan Timur untuk menjalani penyidikan kode etik sekaligus proses pidana.

Herry menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi kepada para tersangka yang telah menyiksa hingga seseorang meninggal.

“Mudah-mudahan ini semua nanti menjadi pertanggungjawaban kami terhadap kejadian yang sudah terjadi pada 2 Desember itu,” tegasnya.

Kasus ini kembali mencuat ketika keluarga akhirnya resmi melaporkan kasus kematian Herman (39) ke Divisi Propam dan Direktorat Reserse Kriminal Polda Kaltim.

Herman pada 2 Desember 2020 ditangkap oleh tiga petugas di rumahnya Jalan Borobudur, Muara Rapak, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur. Bahkan saat itu menurut adiknya, Fathul, Herman dibawa tidak menggunakan baju.

Di hari yang sama, adik-adiknya mencari keberadaan Herman di Polsek Balikpapan Utara. Namun didapati informasi bahwa kakak mereka berada di tahanan Polresta Balikpapan.

Sesampainya di Polrestas, mereka tidak bisa menemui Herman karena masih dalam pemeriksaan dalam kasus pencurian ponsel. Akhirnya keluarga hanya menitipkan pakaian untuk Herman.

Pada tanggal 3 Desember 2020, adik Herman bernama Dini ditelpon Polresta Balikpapan yang mengabarkan bahwa kakaknya telah meninggal dan jenazah berada di RS Bhayangkara.

Namun jenazah baru diantarkan oleh pihak Kepolisian pada 4 Desember 2020 pagi dengan kondisi sudah dikafani dan dibungkus plastik. Keluarga pun membuka pembungkus jenazah, dan saat itu dilihat ada darah mengalir dari telinga Herman.

Saat dimandikan, keluarga melihat namun telapak tangan dan jarinya lunglai menghadap ke bawah. Bagian rusuknya juga kelihatan menonjol.

Karena informasi ini meluas, akhirnya Polisi mengeluarkan pernyataan akan melakukan pemeriksaan kasus tewasnya Herman. Hingga keluarga pun melaporkan kasus ini ke Divisi Provos Polda Kaltim.(Sp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.