suryapagi.com
MISTERIRAGAM

Sisi Gelap Goa Kafir Tasikmalaya, ‘Rumah’ Bagi Para Pemuja Pesugihan  

Jejak para pencari pesugihan memang nyata di Goa Kafir. Sisa dupa atau bekas-bekas sesaji yang tidak sepenuhnya hilang, membawa aroma mistis yang kental

SPcom JAKARTA – Pesugihan adalah kisah tua, yang dituturkan secara gelap dan juga penuh rahasia. Ritualnya juga menelusup hingga ke suasana matafisika, bersama makhluk halus yang bersarang dalam remang. Kekayaan yang didapat lewat pesugihan menjadi sangat menggiriskan, karena biasanya harus ditukar dengan nyawa kerabat,  sebagai tumbal.

Menuju salah satu sudut tanah Pasundan, bergeraklah ke sisi mistis Tasikmalaya. Ada goa keramat yang ganjil, karena memiliki dua rupa yang saling bersaing. Goa Safarwadi yang beraura positif, serta Goa Kafir yang kondang sebagai tempat pesugihan. Memasuki Goa kafir atau orang lain menyebut Goa Kahfi, suasana tak biasa menerpa.

Goa Kafir memang bukan kawasan biasa-biasa saja. Dibutuhkan ketebalan batin untuk memasukinya. Sebab, bukan hanya ular penunggu goa yang bisa menghampiri, tapi juga makhluk-makhluk halus yang tiba-tiba berada di antara peziarah. Siapkan keberanian atau jangan pernah memasukinya, jika takut dengan segala yang seram.

Goa Pamijahan selama ini memang dikenal sebagai tempat keramat, yang tidak main-main. Banyak titik mistik bisa dijumpai, nyaris di sepanjang goa. Ada sejumlah lorong gaib yang dipercaya menunju sejumlah tempat. Misalnya saja lorong yang membawa ke Gunung Kawi, kawasan keramat di Jawa Timur. Selain itu, ada pula terowongan menuju Cirebon, Banten, bahkan hingga ke Surabaya.

Jejak para pencari pesugihan memang nyata di Goa Kafir. Sisa dupa atau bekas-bekas sesaji yang tidak sepenuhnya hilang, membawa aroma mistis yang kental.  Kepercayaan yang kuat terpahat dari setiap sudut goa. Salah satunya adalah tempat yang diyakini sebagai pos gaib, tempat para penjaga goa meneliti setiap sesaji.

Menapaki Goa Kafir memang membuat hati berdesir. Tidak hanya jejak pesugihan yang masih nyata, atau binatang-binatang melata yang siap menebar bisa. Tapi juga makhluk-makhluk halus yang bagai mengamati dari balik dinding goa. Menusuk lebih dalam hingga ke perut goa, tapak kaki para pencari pesugihan semakin jelas terlihat.

Konon setelah melakukan berbagai ritual, mereka yang ingin kaya cepat lewat cara sesat, akan dibawa ke sebuah dinding datar. Dinding inilah yang dipercaya sebagai lemari gaib berisi harta untuk pelaku pesugihan. Terasa ganjil memang, jika dilihat dengan mata telanjang. Tapi teroponglah dengan mata batin, untuk menembus tumpukan uang dan emas yang siap dibawa pulang pemuja kesesatan.

Abah Ator, juru kunci Goa Kafir menandai, mereka yang berada di lemari gaib berisi harta kekayaan, akan pulang dengan senang. Nanun, harta yang berasal dari muja pesugihan tidak diberikan secara langsung dari lemari gaib. Tapi akan ditemukan di rumah, sepulang dari pamijahan.

Pesugihan di goa Kafir terus mengalirkan kisah metafisika. Kepada mereka yang tersesat hidupnya, sehingga menginginkan kaya dengan cara muja, diharuskan menyiapkan tumbal. Memang, Mbah Juru Kunci tidak mengakui ada tumbal yang wajib diberikan kepada penguasa Goa Kafir. Karena tumbal bisa diganti dengan misalnya Kambing atau hewan lain.

Toh, menjadi sugih atau kaya,  semestinya tidak harus lewat pesugihan. Tapi Goa Karif bisa menjadi bukti, bahwa praktek pesugihan tak pernah benar-benar bisa dihapuskan. Ya, inilah ironi kawasan keramat Pamijahan, yang merupakan tinggalan seorang Waliullah bernama Syech Abdul Muhyi. (SP)

Related posts

Pesiden Jokowi Turut Ucapkan Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Rina Gunawan

Resiana

Kalina Oktarani Positif Covid-19, Pernikahannya Dengan Vicky Prasetyo Diundur

Resiana

Dianggap Lakukan Kebohongan Publik, Pasangan Leslar Akan Dipolisikan

Ester Minar

Leave a Comment