suryapagi.com
NEWSREGIONAL

Waspada, Oknum Mengatasnamakan Satpol PP Minta Uang Denda PPKM

SPcom DEPOK – Pejabat Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) Depok mengatakan ada oknum yang menggunakan nama lembaga untuk melakukan penipuan. Pengusaha hingga tempat publik dimintai uang transferan dari pelanggaran PPKM hingga Perda.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Depok, Taufiqurakhman, mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati. Ia menyebut sudah ada 5 orang yang melapor penipuan sepanjang 2021 hingga awal Maret 2022.

“Dari tahun 2021 sampai sekarang sudah ada 5 orang yang melapor. Tapi yang jadi korban 3 orang kena. Kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menanggapi via telepon maupun WhatsApp yang mengatasnamakan lembaga Satpol PP atau nama saya secara pribadi,” kata Taufiqurakhman, Rabu (2/3/2022).

Taufiq menegaskan Satpol PP Kota Depok tak pernah meminta pembayaran denda dari pelanggaran melalui transfer ke rekening pribadi atau rekening Satpol PP. Denda administratif hanya diberikan melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

“Awas itu tidak ada, kami tidak pernah menerima pembayaran denda terkait dengan PPKM atau pelanggaran Perda apapun via transfer ke rekening pribadi atau rekening Satpol PP,” tegasnya.

Meskipun ada pelanggaran yang dikenai denda administratif, sistem pembayaran memiliki proses sendiri dan jelas keterangannya. Seperti adanya lampiran surat hingga pembayaran melalui loket.

“Kalau ada pelanggaran prokes, pelanggaran PPKM, dan pelanggaran-pelanggaran Perda yang dikenai denda administratif oleh Pemkot. Harus disetorkan secara langsung, oleh yang bersangkutan ke rekening bank melalui loket,” imbuhnya.

“Dan itu disertakan juga oleh lampiran surat ketetapan denda administratif yang memang dikeluarkan oleh Satpol PP,” tandasnya.

Taufiqurakhman menjelaskan beberapa bukti nomor telepon yang mengatasnamakan dirinya. Ia mengatakan nomor tersebut kerap berganti.

“Nomornya ketika dihubungi kembali beberapa menit sudah nggak aktif dan gonta ganti nomor HP bertuliskan nama saya,” kata Taufiqurakhman.

Sejauh ini beberapa tempat, yakni restoran, klinik, rumah duka dan bengkel menjadi sasaran nomor tak dikenal itu. Taufiq ingatkan warga jangan mudah untuk percaya. (SP)

“Kemarin saya sudah minta ke korban untuk melaporkan penipuan ke pihak kepolisian dan menelusuri nomor rekening. Tapi sampai dengan hari ini belum dilakukan pelaporan. Jadi sekali lagi hati-hati jangan sampai kalian tertipu,” tutupnya. (SP)

Related posts

Bom Bunuh Diri, 52 Orang Tewas Saat Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pakistan

Sandi

DPMPTSP Tangsel Belum Keluarkan Izin Untuk SPBU British Petroleum

Sandi

Pengadilan Negeri Jaksel Izinkan Pernikahan Beda Agama

Ester Minar

Leave a Comment