Angka Golput di Tangsel Menurun Signifikan

0 48

SPcom TANGSEL – Hasil survei lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) perkiraan angka Golput di Pilkada Tangerang Selatan menurun cukup signifikan. Survei dilakukan pada 23-27 November 2020 dengan responden 976 orang.

Direktur Eksekutif KPN Miftahul Adib mengatakan, jumlah responden sekitar 1% dari Daftar Pemilih Tetap Tangsel. Margin of error 3,2%, pada tingkat kepercayaan 95%. Mengunakan metode quality control spotchek sebesar 20%, dan dinyatakan sample dalam keadaan valid.

“Survei kami lakukan untuk mengukur kerja keras semua pihak selama ini. Memang ada peningkatan dalam hal partisipasi publik,” ujarnya saat merilis hasil survei di Serpong, Tangsel, Jumat (4/12/2020).

Dari hasil tersebut perolehan Golpot 30,1%. Angka ini menurun signifikan dibandingkan survei KPN yang dirilia pada awal Agustus 2020. Saat itu Golput masih di angka 55%.

Berdasarkan riset KPN disebutkan partisipasi publik 61,7%. Sehingga Golput diperkirakan mencapai 33,4%, dan responden yang masih ragu-ragu untuk datang ke tempat pemungutan suara atau TPS ada 4,9%.

“Ada fenomena baru, di Tangsel ini ternyata ada golput garis keras sekitar 0,2% dari partisipasi pemilih yang 61,7% dan kami membedah semua itu. Jika bercermin dari hasil survei kami, harapan elektoral di basis golput itu masih ada, sehingga masing-masing paslon masih punya peluang untuk merebutnya,” jelasnya.

Sementara untuk responden yang memilih pasangan calon, angka terbesar dimikiki pasangan Benyamin-Pilar dengan 30,1%, kemusian Muhamad-Saraswati dengan 17,1%, dan di posisi juru kunci Azizah-Ruhama dengan 13,6%.

“Masalah Covid 19 masih jadi isu sentral, sebab pada responden yang mengaku akan hadir ke TPS pun, persentase yang akan membatalkan kehadiran jika angka Covid terus melonjak cukup besar,” tandasnya.(Kor)

Leave A Reply

Your email address will not be published.