Positif Covid 19, Ashanty Serasa Berada Di Titik Sakratul Maut

0 76

Nyaris direnggut maut, Ashanty akhirnya mengisahkan perjuangannya melawan virus covid 19 yang mematikan. Ya, banyak cerita tak terbayangkan yang  disampaikan Ashanty dengan ekspresi penuh kesedihan. Sejak dinyatakan positif Covid hingga saat alami kritis, hidup ibu empat anak ini benar-benar seperti bertaruh nyawa.

Seisi Istana Cinere pun panik terutama karena Ashanty memiliki penyakit bawaan yang juga serius. Kondisi itu semakin parah, ditambah karena Ashanty memikirkan begitu banyak persoalan. Termasuk memikirkan anak-anaknya, yang juga dinyatakan positif Covid 19.

“Di situ aku pikirannya bukan mikirin sendiri. Tapi Mas Anang dan anak-anak karena aku punya penyakit bawaan. Darah aku mengental dan sempat memasuki masa kritis,” ujar Ashanty.

Meninggalkan apartemen untuk kemudian kembali ke Rumah Cinere, kondisi Ashanty sudah semakin memprihatinkan. Tanpa banyak yang mengetahui, selama empat jam ia mengalami demam hebat sampai mengigil dan kejang-kejang, tanpa bisa dikendalikan.

Esok harinya, Ashanty pun diserang sesak nafas yang akut yang sempat membuatnya menyerah. “Di saat aku pulang ke rumah, tiga jam atau empat jam aku kejang sampai begini-begini. Sampai kasur goyang kenceng berjam-jam. Aku gak tau harus minum obat apa atau yang mana. Akhirnya badan panas tinggi sampai besoknya sesak nafas sampai bunyi. Padahal aku gak pernah punya sesak nafas. Aaku sudah menyerah banget. Ya Tuhan sakit banget,” tutur Ashanty.

Serangan sesak nafas yang dirasakan Ashanty, konon sudah sampai pada tingkat paling parah. Ia pun membayangkan seperti sudah didekati oleh malaikat pencabut nyawa, karena merasa seolah sudah berada di titik sakratul maut.

“Nafasku kalau orang bilang sudah kayak sakratul maut. Aku sudah kayak gitu kayak udah sesak yang gak pernah aku rasakan. Semua doa akau baca dalam hati. Akhirnya dicek darah sudah parah banget. Semua kena fungsi hatiku gak bagus. Dirawat di rumah sakit,  kalau terlambat gak tau deh apa yang terjadi,” jelasnya.

Selama berada di rumah sakit, pikiran Ashanty sudah melayang ke mana-mana. Saking sakitnya, ia juga sudah menitipkan pesan terakhir kepada Anang agar menjaga anak-anak mereka. Pada saat berada dalam suasana kritis itulah, tersiar kabar hoax bahwa dirinya meninggal dunia.

“Beritanya viral, keluarga di Jember akhirnya hubungin aku khawatir. Aku bilang itu hoax dan Ashanty sedang dalam perawatan,” imbuh Anang, yang tak henti berucap syukur, lantaran Ashanty dan anak-anaknya, semuanya kini telah dinyatakan negatif. (Car)

Leave A Reply

Your email address will not be published.