suryapagi.com
NEWSREGIONAL

Tak Ada Tanda Kehidupan, Tim SAR Kerahkan Alat Berat Bongkar Reruntuhan Ponpes

SPcom SIDOARJO – Upaya pencarian korban runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, memasuki fase krusial. Tiga hari pasca insiden, tim penyelamat mulai menggunakan alat berat setelah tak lagi mendeteksi tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan bangunan.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan keputusan itu diambil setelah berkonsultasi dengan keluarga korban. “Kami akan tetap sangat hati-hati dalam menggunakan alat berat,” ujarnya di lokasi, Kamis (2/10).

Hingga kini, lima santri telah dipastikan meninggal dunia dan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka, puluhan di antaranya masih dirawat intensif akibat patah tulang dan cedera kepala. Sementara itu, hampir 60 siswa lain masih dinyatakan hilang.

Salah satu orang tua korban, Mohammad Solehoddin, berharap penggunaan ekskavator bisa mempercepat pencarian anaknya, Ahmad Suafi (17). “Kami berharap anak-anak kami segera ditemukan,” ucapnya.

Bangunan ponpes berusia seabad itu runtuh saat proses penambahan lantai tanpa izin. Pondasi lama disebut tak mampu menahan beban cor beton, hingga akhirnya roboh menimpa ratusan orang yang sedang beribadah di aula utama.

Lebih dari 220 petugas gabungan dikerahkan, dengan ambulans siaga dan kantong jenazah yang disiapkan. Meski peluang menemukan korban selamat semakin kecil, keluarga korban masih menaruh harapan sambil terus berdoa di sekitar lokasi.

Related posts

Rumah Aset MPR di Bandung Dibakar, Sekjen MPR: Massa Jangan Anarkis

Sandi

Viral ‘Pak Ogah’ Keroyok dan Telanjangi Pria

Ester Minar

5 Rumah di Ciputat Timur Terbakar

Sandi

Leave a Comment